21 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan, Kulit, dan Kecantikan

Berikut ini kandungan minyak zaitun yang membuatnya istimewa dan kaya manfaat:

  • Asam Lemak Tak Jenuh, termasuk Oleic Acid
  • Antioksidan dan Antiinflamasi, termasuk Polyphenols, Oleocanthal, Oleacein, dan Hydroxytyrosol
  • Vitamin E
  • Vitamin K
  • Zat Besi
  • Potasium

Minyak zaitun adalah minyak yang baik dan sehat untuk tubuh kita. Karena banyaknya nutrisi dan antioksidan yang terkandung di dalamnya, minyak zaitun memberikan berbagai manfaat, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Ingin tahu apa saja kegunaannya? Ayo, kita lihat penjelasannya lebih lanjut.

Pada tahun 1990, penelitian melibatkan lebih dari 90,000 peserta yang sehat. Selama 28 tahun, pola makan mereka dievaluasi dengan kuesioner setiap 4 tahun. Hasilnya, yang rutin mengonsumsi minyak zaitun extra virgin punya risiko lebih rendah untuk masalah jantung (19%) dan risiko kanker (17%).

Kandungan polifenol dalam minyak zaitun dapat memodulasi respons imun dengan memengaruhi sel imun seperti sel dendritik, memiliki efek immunomodulator pada makrofag, meningkatkan proliferasi sel T dan sel B, dan menekan sel Type 1 T helper (Th1), Th2, Th17, and Th9. Dengan begitu, dapat mengurangi inflamasi dan perkembangan gejala autoimun seperti diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis, dan multiple sclerosis.

Asam lemak tak jenuh yang terkandung di minyak zaitun, yaitu asam oleat atau oleic acid, dapat membantu menurunkan tekanan darah, hingga melindungi Anda dari risiko penyakit jantung koroner.
Kandungan polifenol dalam minyak zaitun yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan juga dapat melawan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel yang biasa disebut stres oksidatif. Bila dibiarkan, kondisi stres oksidatif dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Menurut penelitian Journal of the American College of Cardiology, mengonsumsi minyak zaitun sebanyak >7g (>0,5 sendok makan) per hari dapat menurunkan 19% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Minyak zaitun, yang kaya akan oleic acid, berperan penting dalam mengurangi tanda-tanda penuaan. Oleic acid mengaktifkan protein yang disebut Sirt1, yang membantu sel-sel tubuh tetap muda lebih lama. Jadi, rutin mengonsumsi minyak zaitun organik memberikan tubuh dorongan alami untuk melawan penuaan dan membantu menjaga kesehatan sel.

Diabetes melitus ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi. Minyak zaitun, khususnya jenis ekstra virgin yang organik, merupakan pilihan efektif untuk mengontrol kadar gula darah, berkat kandungan lemak tak jenuh tunggal. Penelitian menunjukkan bahwa lemak sehat ini dapat membantu tubuh memproses gula dalam makanan dengan lebih efektif, memudahkan tubuh untuk menggunakan gula sebagai energi.

Kolesterol tinggi tidak memiliki gejala, maka cara terbaik adalah untuk mencegah dan menjaga angka kolesterol dalam darah tetap rendah. Sebuah analisis pada tahun 2019 merangkum temuan dari 27 studi tentang pengaruh minyak zaitun terhadap kolesterol. Disimpulkan bahwa konsumsi minyak zaitun kaya akan lemak baik dan antioksidan terbukti menurunkan kolesterol jahat (LDL), menstabilkan trigliserida (lemak dalam darah), dan justru meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Sebuah studi pada tahun 2000 menunjukkan bahwa minyak zaitun organik, mampu menurunkan tekanan darah berkat kandungan asam oleat dan polifenol antioksidan yang tinggi. Sebagian besar partisipan bahkan dapat berhenti minum obat tekanan darah setelah mengonsumsi minyak zaitun setiap hari selama enam bulan.

Minyak zaitun, yang tinggi kandungan asam oleat (55% hingga 83%), berfungsi sebagai penekan nafsu makan yang kuat dan dapat membantu dalam penurunan berat badan. Studi dari Universitas Brown, menunjukkan bahwa diet kaya minyak zaitun dapat menghasilkan penurunan berat badan lebih banyak dibandingkan dengan diet rendah lemak. Selain itu, minyak zaitun mengandung trigliserida rantai menengah (MCT), yang dikenal memiliki manfaat dalam penurunan dan pemeliharaan berat badan yang sehat.

Vitiligo adalah gangguan autoimun yang menyebabkan bercak putih pada kulit akibat hilangnya pigmen. Polifenol dalam minyak zaitun, khususnya flavonoid, berpotensi membantu mengatasi vitiligo. Mereka berfungsi mengaktifkan jalur yang mengatur sistem imun dan memiliki sifat anti-inflamasi, yang bisa meredakan gejala vitiligo dengan mengatur respons imun dan mengurangi peradangan.

Asam urat, suatu jenis radang sendi, yang diakibatkan oleh pola makan yang tidak baik, berat badan berlebih, dan riwayat medis tertentu seperti diabete dan hipertensi. Kebanyakan penderita mengonsumsi obat-obatan seperti allopurinol dan ibuprofen untuk meredakan nyeri asam urat. Namun, minyak zaitun, yang rendah purin dan kaya akan antioksidan, dapat menjadi alternatif efektif untuk mengurangi peradangan. Minyak zaitun extra-virgin yang baru organik mengandung oleocanthal, senyawa anti-inflamasi alami yang memiliki kekuatan dan profil serupa dengan ibuprofen.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh American Academy of Neurology menyatakan bahwa bahwa orang-orang yang rutin menggunakan minyak zaitun dalam memasak, bumbu, atau saus memiliki risiko stroke yang lebih rendah. Peningkatan konsumsi oleic acid dikaitkan dengan penurunan kolesterol buruk (LDL). Senyawa flavonoid dalam minyak zaitun adalah antioksidan alami yang membantu perbaikan sel-sel tubuh. Terdapat hingga 5 mg polyphenol dalam setiap 10 g (2 sendok teh) minyak zaitun. Perlu dipastikan minyak zaitun organik dan telah diuji lab memiliki kandungan senyawa aktif anti-peradangan yang lebih efektif.

Sebuah studi pada tahun 2021 menyarankan bahwa minyak zaitun bisa berperan dalam mengurangi risiko penyakit Alzheimer. Para peneliti mencatat bahwa oleuropein aglycone, sebuah polifenol yang ditemukan dalam jumlah tinggi dalam minyak zaitun extra-virgin, mengurangi pembentukan deposit amiloid, ciri khas penyakit Alzheimer.

Minyak zaitun memang kaya dengan bioaktif polyphenol dan vitamin E yang baik untuk kulit, Sayangnya, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mengaplikasikan minyak zaitun langsung ke kulit mungkin bukan solusi untuk masalah jerawat. Khasiat anti peradangan dapat didapatkan dengan cara mengonsumsi langsung minyak zaitun.

Minyak zaitun memang kaya dengan bioaktif polyphenol dan vitamin E yang baik untuk kulit, Sayangnya, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa mengaplikasikan minyak zaitun langsung ke kulit mungkin bukan solusi untuk masalah jerawat. Khasiat anti peradangan dapat didapatkan dengan cara mengonsumsi langsung minyak zaitun.

Minyak zaitun mengandung squalene dan vitamin E, yang merupakan komponen berguna dalam memlembabkan dan melindungi kulit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis minyak zaitun yang digunakan memengaruhi aktivitas antioksidan dan kandungan polifenolnya. Peneliti telah menemukan bahwa minyak zaitun organik mampu menahan 20% sinar UV.

Minyak zaitun memang tidak mengandung bahan aktif untuk eksfoliasi. Namun, Mencampur minyak zaitun dengan gula dalam perbandingan 1:2 dapat menjadi alternatif alami facial scrub. Minyak zaitun yang kaya akan asam lemak esensial dan antioksidan, memberikan kulit kelembapan dan nutrisi setalah dieksfoliasi.

Studi yang diterbitkan pada jurnal Burns menyatakan bahwa minyak zaitun mempercepat proses penyembuhan karena konsentrasi polifenol yang tinggi sebagai antioksidan alami. Ditambah dengan peran oleic acid dan vitamin E dalam perbaikan membran sel untuk meningkatkan keelastisitas kulit.

Minyak zaitun mengandung squalane dan vitamin E, yang merupakan bahan berguna dalam formulasi perawatan kulit. Squalane berperan sebagai emolien yang melindungi kulit, sementara vitamin E meningkatkan hidrasi kulit dengan mengikat air. Sayangnya, mengoleskan langsung pada kulit tidak disaranakan, karena dapat berkontradiktif dengan bakteri baik yang ada di kulit. Maka disarankan untuk mengonsumsi minyak zaitun langsung untuk mendapatkan khasiatnya,

Stretch mark muncul akibat perubahan ukuran tubuh yang cepat sementara kulit tidak dapat meningkatkan elastisitasnya secara bersamaan. Ini sering terjadi pada orang dengan perubahan berat badan yang drastis dan ibu hamil. Penggunaan minyak zaitun secara topikal terbukti kurang efektif. Sebaiknya dikonsumsi rutin dengan cara diminum untuk meningkatkan elastisitas kulit.

Minyak zaitun juga memiliki peran penting dalam dunia kecantikan. Dengan sifatnya yang alami dan bergizi, minyak zaitun memberi manfaat kecantikan secara alami termasuk menghaluskan kulit, merawat rambut, dan pembersih make up.

Minyak zaitun memiliki efek perlindungan pada kulit yang terpapar stres. Kandungan bioactive polyphenol minyak zaitun membantu menjaga ketebalan kulit dan kadar kolagen. Ini menunjukkan bahwa minyak zaitun memiliki manfaat yang signifikan dalam mengatasi masalah kulit kering, kasar, dan bertekstur.

Tidak asing lagi manfaat minyak zaitun untuk menjaga kesehatan rambut. Maka dari itu banyak produk perawatan rambut di pasaran mengandung minyak zaitun.

Minyak zaitun melarutkan zat-zat yang tahan air sehingga kotoran yang bersifat minyak ikut terbawa pada minyak zaitun. Populer dengan istilah oil-cleansing, metode ini sangat populer karena wajah menjadi bersih dan tetap menjaga kelembapannya.
Tuangkan beberapa tetes minyak zaitun pada kapas dan usap lembut pada kulit wajah untuk menghapus riasan. Ulangi hingga semua riasan terhapus. Lalu cuci wajah hingga bersih.

WhatsApp kami