
Ciri minyak zaitun asli,
begini cara mengetahuinya

Cek Lagi, Bisa Jadi Minyak Zaitun Palsu
Minyak zaitun saat ini menjadi semakin populer di kalangan masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan. Pertanyaannya, apa ada minyak zaitun palsu? Jawabannya ada. Minyak zaitun palsu cenderung terasa lebih berat, lengket, hambar, dan menyisakan rasa yang tidak enak di mulut setelah dikonsumsi.
Produk minyak zaitun palsu sering kali dicampur dengan minyak lain yang lebih murah untuk menurunkan biaya produksi. Hal ini bisa menyesatkan konsumen yang berpikir mereka membeli minyak zaitun murni, padahal tidak. Penting bagi konsumen untuk memilih minyak zaitun dari produsen terpercaya dan memperhatikan label serta sertifikasi untuk memastikan kualitas dan keaslian produk.
Cara Mengetahui Ciri Minyak Zaitun Asli
1. Rasa dan aroma
Pada tahun 1990, penelitian melibatkan lebih dari 90,000 peserta yang sehat. Selama 28 tahun, pola makan mereka dievaluasi dengan kuesioner setiap 4 tahun. Hasilnya, yang rutin mengonsumsi minyak zaitun extra virgin punya risiko lebih rendah untuk masalah jantung (19%) dan risiko kanker (17%).
2. Periksa sertifikasi dan label
Pilih dengan sertifikasi dari organisasi yang diakui seperti IOC (International Olive Council) atau USDA (United States Department of Agriculture) dan selalu pilih minyak zaitun dengan label Extra Virgin Olive Oil (EVOO).
Sertifikasi organik seperti USDA menandakan bahwa petani dan perusahaan produksi telah memenuhi standar ketat organik untuk budidaya, pengolahan, dan penanganan produk mereka. Jika Anda melihat label organik USDA, produk tersebut berarti tersertifikasi organik dan memiliki kandungan organik 95 persen atau lebih.
Label EVOO juga membuktikan bahwa kandungan minyak zaitun sangat murni tanpa proses kimia apapun yang dapat mengurangi manfaat kesehatannya.
3. Baca tanggal panen dan tingkat keasaman
Pastikan ada tanggal panen untuk memastikan kesegarannya, idealnya dikonsumsi dalam waktu 18 bulan. Tingkat keasaman yang rendah menandakan kualitas minyak yang lebih tinggi.
Tanggal panen menunjukkan kapan zaitun dipanen dari pohonnya. Karena kesegaran sangat penting untuk minyak zaitun, adanya tanggal panen di label memungkinkan pembeli membandingkan botol dengan kualitas serupa untuk menemukan pilihan yang paling segar. Produsen biasanya bangga dengan kualitas minyak zaitun mereka dengan menampilkan tanggal panen dengan jelas di label mereka.
4. Harga
Pengolahan Minyak Zaitun Extra Virgin tidaklah mudah. Harga yang sangat murah bisa menjadi indikasi minyak palsu atau berkualitas rendah. Kenapa? Karena proses produksi minyak zaitun yang segar apalagi dengan label organik dari USDA memerlukan biaya sumber daya produksi yang tidak murah dan manajemen risiko yang baik. Selain itu, metode produksi, waktu panen, dan minyak zaitun monovarietal juga menjadi pertimbangan harga yang tidak murah. Maka dari itu, membeli minyak zaitun dengan harga yang pantas dan mungkin cukup mahal tak akan menjadi masalah mengingat khasiat minyak zaitun yang begitu banyak.
5. Standarisasi botol
Dikemas dalam botol gelap, tebal, terbuat dari kaca supaya terlindungi dari cahaya untuk menjaga kualitasnya. Botol plastik bisa mempengaruhi rasa khas dan mengkontaminasi minyak zaitun dengan mikroplastik.
Bila Anda menemukan kemasan produk minyak zaitun yang tidak sesuai dengan di atas, Anda patut curiga dengan kualitasnya.
6. Cek asal buah dan pengolahan
Pastikan terbuat dari satu jenis buah zaitun, atau biasa disebut: single-origin dan monovarietal. Lalu buah zaitun diekstraksi melalui metode cold-pressed untuk mempertahankan kualitas rasa dan nutrisi.
7. Coba bekukan atau panaskan
Minyak zaitun asli bila dibekukan akan mengeras. Sementara itu, minyak zaitun yang palsu atau dicampur tidak akan mengalami perubahan tekstur atau tidak akan membeku saat didinginkan.



Sumber Terpercaya