Pengalaman Minum Minyak Zaitun Setiap Hari, Apa Manfaatnya?

Ditinjau oleh
Pengalaman Minum Minyak Zaitun Setiap Hari

Sebagai salah satu bahan alami, minyak zaitun memiliki banyak manfaat kesehatan bila dikonsumsi secara rutin setiap hari.

Polifenol yang terkandung dalam minyak zaitun, menurut penelitian Nutrients, bila dikonsumsi secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai kondisi kronis, seperti kanker, penyakit kardiovaskular (CVD), dan penyakit neurodegeneratif.

Berbagai dampak positif dari minyak zaitun bisa dinikmati melalui berbagai cara konsumsi, dari mulai dengan diminum langsung, dijadikan bahan masakan, atau dijadikan bahan utama saus pendamping salad. Untuk membuat pengalaman minum minyak zaitun setiap hari menjadi tetap sehat, mari pahami lebih jauh ulasan pengalaman, manfaat, dan batasan dalam meminum minyak zaitun.

Pengalaman Minum Minyak Zaitun Setiap Hari

Dilansir dari Healthline, orang Mediterania diketahui mengonsumsi 60ml minyak zaitun setiap pagi hari. Kebiasaan ini dipercaya dapat memaksimalkan efek anti inflamasi dan juga manfaat pencegah berbagai penyakit.

Saya telah mencoba minum minyak zaitun setiap hari, pengalaman kami ketika minum minyak zaitun atau olive oil terasa sedikit pedas dan rasa khas zaitun yang cukup intense, namun setelah melewati tenggorokan terasa lebih segar.

Biasanya takaran yang saya konsumsi adalah 2-3 sendok makan per hari setiap pagi sebelum sarapan.

Manfaat kesehatan menjadi alasan saya dalam minum minyak zaitun setiap hari. Memiliki keluarga dengan riwayat diabetes dan kolesterol menjadi salah satu alasan saya juga dalam mengkonsumsi rutin minyak zaitun.

Ketika rutin minum minyak zaitun saya menjadi merasa lebih sehat karena dapat meningkatkan asupan lemak sehat dalam tubuh.

Oh iya, jenis minyak zaitun yang saya minum selalu jenis Extra Virgin Olive Oil (EVOO), ya. Jenis lainnya seperti ‘Virgin Olive Oil’, ‘Refined Olive Oil’, dan sebagainya, tidak dianjurkan untuk diminum karena kandungannya tidak 100% Olive Oil.

Bisa saja mengandung minyak nabati lainnya sebagai campuran. Apalagi kandungan antioksidan dan antiinflamasinya pasti tidak setinggi minyak zaitun EVOO.

Salah satu pengalaman minum minyak zaitun setiap hari, dikutip dari instagram @aegea_indo (salah satu produk Extra Virgin Olive Oil organik dengan brand AEGEA), adalah terasa sensasi pedas di awal.

Jika terasa sensasi pedas di tenggorokan, itu karena kandungan Polyphenols yang tinggi. Apa fungsi Polifenol? Simak penjelasan manfaatnya di bawah.

Baca juga: 7 Manfaat Minum 1 Sendok Minyak Zaitun di Pagi Hari

Manfaat Minum Minyak Zaitun Setiap Hari

Untuk menjaga pengalaman minum minyak zaitun setiap hari tetap positif, pahami lebih lanjut kebaikan yang bisa dirasakan ketika meminum minyak zaitun atau olive oil:

1. Mengurangi Risiko Kanker, Penyakit Kardiovaskular (CVD), dan Penyakit

Minyak zaitun mengurangi risiko kanker
Minyak zaitun EVOO untuk mengurangi risiko kanker

Pada testimoni salah satu pelanggan AEGEA di atas, sensasi pedas yang ia rasakan ketika minum minyak zaitun berasal dari kandungan Oleocanthal yang merupakan salah satu jenis Polyphenols.

Jika sensasi pedas terasa di tenggorokan, itu karena kandungan Polyphenols yang tinggi.

Sensasi pedas itu tidak hanya memperkaya rasa masakan, tetapi juga memiliki manfaat bagi kesehatan.

Polifenol bermanfaat mulai dari untuk mengurangi peradangan, membantu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah tetap stabil, hingga merawat kesehatan kulit. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa polifenol dapat mengurangi risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

2. Menurunkan Tekanan Darah, Mengurangi LDL, Meningkatkan HDL, dan Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Menurut testimoni lainnya lagi dari akun instagram @aegea.indo, pengalamannya mengonsumsi minyak zaitun rutin di pagi hari karena memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Dalam liputan terbaru the Washington Post pada 18 Maret 2024, penelitian mengkaitkan konsumsi minyak zaitun dengan turunnya tekanan darah, mengurangi lemak jahat dan meningkatknya lemak sehat, hingga mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Bahkan menurut penelitian tahun 2022 Journal of the American College of Cardiology, yang melibatkan 92.000 orang, menyatakan Anda tidak perlu banyak-banyak mengonsumsi minyak zaitun. Cukup satu setengah sendok teh per hari, maka dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 19% dibandingkan tidak mengonsumsinya sama sekali.

3. Membantu memenuhi asupan lemak sehat setiap harinya

Setiap harinya Anda disarankan untuk memenuhi asupan PUFA (Polyunsaturated Fatty Acids) dan MUFA (Monounsaturated Fatty Acids). Kedua kandungan ini biasa ditemukan di pada minyak-minyak alami seperti zaitun, kacang-kacangan dan juga bahan makanan nabati lainnya.

Menurut National Library of Medicine US, sebaiknya Anda mengkonsumsi lemak sehat sekitar 20-35% dari jumlah total kalori yang dikonsumsi setiap harinya, terutama dari PUFA dan MUFA.

Minyak zaitun diketahui menjadi salah satu sumber bahan alami yang paling kaya MUFA.

Mengonsumsi lemak sehat MUFA (Monounsaturated Fatty Acids) dapat menjaga kesehatan jantung sekaligus menekan risiko terkena penyakit yang bersifat kardiovaskular. Meski sebagian besar sumber asupan MUFA bersifat hewani, mengonsumsi lemak sehat dari bahan nabati alami dipercaya dapat meningkatkan efek positif pada tubuh.

4. Melancarkan sistem pencernaan

Menurut penelitian yang dikutip oleh Healthline, meminum minyak zaitun sebanyak 1 sendok teh setiap hari dalam waktu 1 bulan dapat membantu meredakan sembelit. Manfaat yang dikandung dari minyak zaitun dianggap setara efektivitasnya dengan mineral oil yang biasa ditemukan pada obat pereda sembelit.

4. Menjaga kesehatan jantung

Minyak zaitun atau olive oil sudah lama diketahui mengandung lemak sehat yang ramah untuk kesehatan jantung. Menurut US FDA (Food and Drug Administration), minyak zaitun memiliki kadar Oleic Acid yang cukup tinggi sehingga dipercaya mampu menekan risiko penyakit jantung. Dalam 1,5 sendok teh (22 ml) minyak zaitun diyakini sudah cukup untuk menekan risiko Anda terkena penyakit jantung.

5. Menjaga kesehatan tulang

Salah satu studi penelitian yang dimuat dalam National Library of Medicine menyatakan bahwa wanita yang mengonsumsi 18 gram atau 20 ml minyak zaitun setiap harinya diketahui memiliki kepadatan tulang yang lebih tinggi dibandingkan oleh mereka yang mengkonsumsi olive oil dalam jumlah yang lebih rendah per harinya.

6. Menstabilkan kandungan glukosa dalam darah

Menurut salah satu penelitian yang dimuat dalam PubMed Central menyatakan, penelitian kepada 25 orang sehat yang mengkonsumsi makanan mengandung minyak zaitun menunjukkan 22% kadar gula darah mereka jauh lebih rendah. Sampel diketahui diambil 2 jam setelah selesai kegiatan makan.

7. Mengurangi resiko peradangan

Sebagian kandungan dari minyak zaitun diketahui memiliki sifat anti inflamasi atau anti peradangan, termasuk kandungan oleocanthal. Diketahui zat tersebut memberikan efek pereda rasa sakit yang mirip dengan obat pereda rasa sakit biasa yang dijual luas.

Melihat manfaat baik yang diberikan, bisa dipahami kebiasaan untuk minum minyak zaitun atau olive oil mulai dipraktekkan secara luas, dari mulai selebriti, influencer kesehatan hingga orang biasa. Dalam pelaksanaannya, UPMC Health Beat menyatakan kebanyakan orang meminum minyak zaitun pada pagi hari sebanyak satu sendok teh saja atau bisa juga dilakukan setelah mengkonsumsi sarapan. Cukup dalam satu sendok teh, olive oil dirasa sudah bisa membantu kesehatan kulit dan membantu proses penurunan berat badan.

Ada beberapa sumber yang mencantumkan alergi dalam efek samping dari minyak zaitun. Namun, UPMC sendiri menyatakan kasus alergi terhadap minyak zaitun sangat langka ditemukan.

Hal yang patut diperhatikan demi mendapatkan pengalaman minum minyak zaitun setiap hari yang baik untuk kesehatan adalah menyadari bahwa olive oil tinggi akan kalori. Kalori yang tinggi ini datang dari tingginya kandungan lemak sehat didalamnya.

Pada satu sendok teh minyak zaitun, diketahui mengandung sekitar 120 kalori. Perlu dipahami bahwa kuantitas ketika Anda ingin meminum minyak zaitun pun perlu diperhatikan, yaitu sekitar 2-3 sendok per hari.

Jenis minyak zaitun (Olive Oil) yang bisa diminum: Extra Virgin Olive Oil

Extra Virgin Olive Oil (EVOO) diketahui sebagai minyak zaitun dengan grade yang paling bagus. Dilansir dari UPMC, EVOO didapat langsung 100% dari buah zaitun yang telah matang, minyak didapat dari hasil ekstrak lemak jus zaitun. Seringkali EVOO disebut first pressed atau cold pressed yang artinya diproses tanpa memakai panas tinggi ataupun bahan kimia.

Semakin sedikit minyak zaitun melalui proses olah maka semakin tinggi juga kandungan polifenol dan antioksidan yang ada di dalamnya.

Soal rasa pun, EVOO jauh lebih kuat dan memberikan sensasi pedas sehingga sangat cocok untuk dipakai pada roti, salad, sup, telur, daging hingga dessert.

Baca juga: Ciri Minyak Zaitun Asli yang Bisa Diminum, Cara Ceknya Mudah

Minyak zaitun menjadi salah satu bagian penting dari pola diet Mediterania, dimana Anda akan mengonsumsi makanan sehat yang didominasi ikan, kacang dan biji-bijian, buah, sayuran dan membatasi konsumsi daging merah. Pola makan ini datang dari kebiasaan orang-orang di kawasan Mediterania seperti Yunani, Italia dan juga Spanyol yang biasanya lebih suka menggunakan minyak zaitun daripada butter dalam masakan mereka.

Sampai pada saat ini, negara-negara yang diketahui memproduksi minyak zaitun adalah Yunani, Spanyol, Itali, dan juga Amerika Serikat.

Untuk membantumu menjaga kesehatan setiap harinya, AEGEA mengeluarkan produk 100% EVOO atau minyak zaitun dengan grade extra virgin. AEGEA Organic Extra Virgin Olive Oil (EVOO) telah lulus organik oleh tes lab dan didapatkan dari ekstrak buah zaitun jenis Koroneiki di perkebunan Kreta, Yunani yang diketahui memiliki kandungan polifenol tertinggi.

EVOO Organik AEGEA juga dijamin aman karena sudah lolos tes uji laboratorium, diproses secara cold-pressed, tanpa disaring, dimurnikan dan dicampur minyak lain.


Refrensi

Vauzour D, Rodriguez-Mateos A, Corona G, Oruna-Concha MJ, Spencer JP. Polyphenols and human health: prevention of disease and mechanisms of action. Nutrients. 2010 Nov;2(11):1106-31. doi: 10.3390/nu2111106. Epub 2010 Nov 8. PMID: 22254000; PMCID: PMC3257622. www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257622/. Diakses pada 18 April 2024.

Stewart, Cara. “Is It Safe to Drink Olive Oil?” UPMC HealthBeat, UPMC, 20 Sept. 2023, share.upmc.com/2023/09/is-it-safe-to-drink-olive-oil/. Diakses pada 17 April 2024.

Beauchamp, Gary & Keast, Russell & Morel, Diane & Lin, Jianming & Pika, Jana & Han, Qiang & Lee, Chi-Ho & Smith, Amos & Breslin, Paul. (2005). Ibuprofen-like activity in extra-virgin olive oil. Nature. 437. 45-6. 10.1038/437045a. https://www.researchgate.net/publication/7625299_Ibuprofen-like_activity_in_extra-virgin_olive_oil. Diakses pada 17 April 2024.

Roncero-Martín R, Aliaga Vera I, Moreno-Corral LJ, Moran JM, Lavado-Garcia JM, Pedrera-Zamorano JD, Pedrera-Canal M. Olive Oil Consumption and Bone Microarchitecture in Spanish Women. Nutrients. 2018 Jul 26;10(8):968. doi: 10.3390/nu10080968. PMID: 30049982; PMCID: PMC6115724. www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6115724/. Diakses pada 17 April 2024.

Sobel, Ashley. “Does Drinking Olive Oil Have Any Benefits?” Healthline, edited by Alina Sharon, 14 Feb. 2023, www.healthline.com/nutrition/drinking-olive-oil. Diakses pada 17 April 2024.

Harika RK, Eilander A, Alssema M, Osendarp SJ, Zock PL. Intake of fatty acids in general populations worldwide does not meet dietary recommendations to prevent coronary heart disease: a systematic review of data from 40 countries. Ann Nutr Metab. 2013;63(3):229-38. doi: 10.1159/000355437. Epub 2013 Oct 29. PMID: 24192557. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24192557/. Diakses pada 17 April 2024.

Guasch-Ferré, M, Li, Y, Willett, W. et al. Consumption of Olive Oil and Risk of Total and Cause-Specific Mortality Among U.S. Adults. J Am Coll Cardiol. 2022 Jan, 79 (2) 101–112.
doi.org/10.1016/j.jacc.2021.10.041. Diakses pada 17 April 2024.

Cook, Jennifer. “Are all olive oils equally healthy for you? A look at the research.” The Washington Post, 18 Mar. 2024, https://www.washingtonpost.com/wellness/2024/03/18/olive-oil-heart-cholesterol-health/. Diakses pada 17 April 2024.


Tentang penulis

Saya yakin bahwa memahami manfaat minyak zaitun, khususnya untuk kesehatan, dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Setiap artikel yang saya tulis, terutama tentang minyak zaitun telah melalui proses editorial yang ketat, memastikan informasi yang disajikan tidak hanya tepercaya tapi juga bermanfaat bagi pembaca.
AEGEA Organic & Lab-tested Extra Virgin Olive Oil

Artikel terkait

WhatsApp kami