6 Jenis Minyak Zaitun dan Manfaatnya yang Wajib Diketahui

Ditinjau oleh
jenis minyak zaitun dan manfaat

Minyak zaitun atau olive oil merupakan minyak yang kaya akan manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sistem pencernaan, mengurangi peradangan, mencegah kanker, melembabkan rambut, anti-aging, dan masih banyak lagi.

Namun, perlu Anda tahu bahwa tiap jenis minyak zaitun memiliki manfaat yang berbeda-beda.

Yup, minyak zaitun dibagi menjadi beberapa jenis. Hal ini didasarkan pada cara pengolahannya. Jadi sebelum Anda membelinya, pahami dulu jenis-jenis minyak zaitun beserta manfaatnya berikut.

1. Extra Virgin Olive Oil (EVOO)

Extra virgin olive oil (EVOO) adalah jenis minyak zaitun yang terbaik di antara semuanya. Minyak ini dibuat dengan teknik cold-pressed (diperas tanpa panas) untuk mencegah kandungan alaminya berubah akibat suhu tinggi.

Minyak zaitun ekstra virgin memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah yaitu <0,8%, dibanding minyak zaitun jenis virgin atau jenis lain yang lebih rendah kualitasnya.

Tingkat keasaman minyak zaitun tidak mengacu pada rasanya, melainkan pada ada atau tidaknya kandungan asam lemak bebas. Asam lemak bebas muncul ketika trigliserida lemak dalam minyak bereaksi dengan oksigen dan air yang menyebabkan molekul lemak terurai atau dikenal dengan proses “hidrolisis”.

Hidrolisis dapat terjadi ketika minyak zaitun terdegradasi atau teroksidasi akibat adanya buah yang rusak atau busuk.

Semakin rendah tingkat keasaman minyak zaitun, maka semakin baik rasa dan manfaatnya untuk kesehatan karena kadar asam lemak bebas yang lebih rendah. Tingkat keasaman rendah sebesar <0,4% dapat kita temui pada minyak zaitun extra virgin organik AEGEA.

Minyak zaitun terutama jenis extra virgin olive oil (EVOO) memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, setidaknya ada 21 manfaat minyak zaitun untuk kesehatan, kulit, dan kecantikan.

Menurut penelitian dari Universitas Harvard, jenis minyak zaitun ekstra virgin dapat mengurangi peradangan. Manfaat tersebut didapat dari kandungan antioksidan, salah satunya oleocanthal.

Tak hanya itu, kandungan antioksidan dan antiinflamasi lainnya termasuk polifenol, oleacein, dan hidroxitirosol, juga bisa mencegah penyakit seperti kanker, autoimun, jantung, penuaan kulit, dan diabetes tipe II.

Untuk mendapatkan khasiat tersebut secara lebih maksimal, Anda bisa mengonsumsinya dengan cara meminum langsung tanpa dicampur bahan lain. Minyak zaitun yang asli memiliki rasa segar, aromatik, dan sedikit pedas. Selain diminum, minyak ini juga dapat kamu gunakan sebagai salad dressing dan dipping roti.

Baca juga: 5 Cara Mengonsumsi Minyak Zaitun, Bisa Langsung Diminum

2. Classic Virgin Olive Oil

Jenis berikutnya ada classic virgin olive oil. Sama seperti EVOO, minyak zaitun ini tidak mengalami proses pemurnian, pemanasan, atau menggunakan bahan kimia. Namun secara kualitas classic virgin olive oil berada di bawah extra virgin olive oil. Begitu pula dengan tingkat antioksidannya, lebih rendah daripada EVOO.

Classic virgin olive oil memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi yaitu 1-3%, membuat rasanya tidak searomatik ekstra virgin, wangi buah zaitunnya tidak begitu kuat, dan manfaat kesehatannya tidak sebaik jenis EVOO.

Meski begitu, minyak ini cocok digunakan untuk menumis, memanggang, dan menggoreng dengan api kecil, atau bisa juga untuk perawatan kulit. Tidak disarankan untuk meminum langsung minyak zaitun jenis virgin.

3. Pure Olive Oil

Meskipun namanya pure olive oil, namun faktanya minyak ini tidak benar-benar murni. Produk yang berlabel “pure olive oil” atau “olive oil” saja sebenarnya merupakan hasil campuran minyak zaitun jenis extra virgin atau virgin dengan minyak zaitun yang dimurnikan.

Metode pencampuran ini sering digunakan ketika kualitas ekstraksi tidak sebaik yang diharapkan. Jadi guna meningkatkan kualitasnya, minyak hasil olahan harus dicampur dengan minyak yang kualitasnya lebih baik, yaitu extra virgin olive oil atau classic virgin olive oil.

Karena prosesnya melibatkan sedikit panas dan bahan kimia, maka tentu kadar senyawa dalam minyak zaitun berkurang sehingga senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan juga lebih sedikit dibanding minyak zaitun ekstra virgin.

Meski begitu, pure olive oil masih mengandung asam oleat yang bermanfaat serta sedikit vitamin E dan K. Minyak ini memiliki warna yang lebih terang serta rasa dan aroma yang lebih netral.

Tidak seperti EVOO yang merupakan tipe minyak zaitun yang bisa diminum, Anda bisa menggunakan pure olive oil untuk memasak makanan dalam suhu panas.

4. Refined Olive Oil

Refined olive oil adalah minyak zaitun hasil ekstraksi buah zaitun berwarna hitam dan matang. Di antara semua jenis, ini memiliki kandungan minyak zaitun virgin yang paling sedikit karena telah melalui sejumlah proses penyulingan.

Proses tersebut dapat menghilangkan banyak karakteristik minyak zaitun asli termasuk rasanya yang aromatik, kaya warna, dan antioksidan yang baik. Refined olive oil memiliki rasa yang netral dan terlihat seperti minyak sayur. Itulah sebabnya minyak ini lebih cocok dipakai untuk memasak.

5. Light Olive Oil

Hambar, itulah cita rasa yang tergambar dari light olive oil. Minyak zaitun jenis ini diolah dengan bahan kimia dan panas untuk menghilangkan bau yang tidak diinginkan.

Di samping itu, mengingat persentase minyak zaitun murni yang lebih rendah dibanding minyak zaitun biasa, kandungan antioksidan pada light olive oil pun berkurang. Justru minyak ini mengandung lemak trans tinggi.

Light olive oil merupakan pilihan yang tepat untuk metode memasak dengan suhu tinggi, seperti menumis, memanggang, dan menggoreng.

6. Pomace Olive Oil

Jenis minyak zaitun yang terakhir adalah pomace olive oil. Tipe ini memiliki kandungan nutrisi paling rendah karena diekstraksi dari residu yang tersisa setelah buah diperas.

Ketika buah zaitun diperas biasanya meninggalkan residu yang mengandung minyak dan air. Setelah air dan minyak dihilangkan, residu yang tertinggal masih mengandung minyak. Barulah minyak itu dilakukan ekstraksi dan dicampur dengan virgin olive oil untuk meningkatkan kualitas.

Karena proses tersebut, pomace olive oil dijual dengan harga paling murah di pasaran dan hanya cocok untuk memasak dengan suhu tinggi. Selain itu, minyak ini juga sering dijadikan campuran produk perawatan tubuh seperti lotion, krim, atau kosmetik.

Itulah keenam jenis minyak zaitun dan manfaatnya yang penting Anda pahami. Perlu diingat bahwa jenis-jenis minyak zaitun di atas juga menentukan kualitas yang dimiliki. Jadi pastikan Anda menyesuaikan dengan kebutuhan saat membelinya.

Jika ingin memburu manfaatnya bagi kesehatan, tentu extra virgin olive oil adalah pilihan yang tepat.


Refrensi

Tentang penulis

Arya selalu menyajikan informasi yang jelas, lengkap, dan terpercaya. Setiap tulisannya direfrensi dari sumber penelitian yang kredibel untuk informasi akurat yang dapat diandalkan.
AEGEA Organic & Lab-tested Extra Virgin Olive Oil

Artikel terkait

WhatsApp kami