Konsumsi Minyak Zaitun Untuk Kurangi Risiko Alzheimer

Ditinjau oleh

Dr. AIEUO

Minyak Zaitun Untuk Kurangi Risiko Alzheimer

Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif dan memori.

Penyakit Alzheimer mempengaruhi otak, membuat orang kesulitan mengingat hal-hal, berpikir jernih, atau berkomunikasi dengan baik.

Ini adalah masalah kesehatan yang bisa bertambah buruk sejalan dengan bertambahnya usia, sehingga mengganggu kegiatan sehari-hari orang yang mengalaminya.

Dalam perkembangannya, Alzheimer bisa merusak berbagai fungsi otak. Di awal, biasanya orang hanya merasa sedikit lupa, misalnya lupa nama benda, apa yang baru saja dibicarakan, atau kejadian yang baru saja terjadi.

Menurut informasi dari Alodokter tentang Alzheimer, penyakit ini bisa semakin serius seiring berjalannya waktu. Orang yang mengidap Alzheimer mungkin sering bingung, merasa cemas, atau bahkan curiga kepada orang-orang di sekitarnya tanpa alasan yang jelas.

Umumnya, Alzheimer lebih sering ditemukan pada orang yang berumur lebih dari 60 tahun, selain itu faktor genetik juga biasanya memiliki peran.

Gaya hidup dan diet yang sehat menjadi penting dalam menurunkan risiko berkembangnya penyakit Alzheimer. Dalam artikel ini kami akan bahas bagaimana minyak zaitun terutama jenis extra virgin organik berpengaruh pada kesehata otak secara umum.

Bagaimana Minyak Zaitun Dapat Mencegah Alzheimer?

Ditemukan bahwa prevalensi Alzheimer di kawasan Mediterania lebih rendah dibandingkan dengan wilayah lain. Hal ini dikaitkan dengan pola makan yang umum di kawasan tersebut, di mana minyak zaitun menjadi bagian penting dari diet sehari-hari.

Minyak zaitun telah lama dikenal memiliki berbagai kegunaan, mulai dari penggunaan sebagai bahan makanan, kecantikan, hingga pengobatan penyakit kronis.

Penelitian tahun 2021 menemukan bahwa minyak zaitun menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Dalam studi ini disebutkan bahwa senyawa oleuropein aglycone, polifenol yang banyak terkandung dalam minyak zaitun extra-virgin, dapat mengurangi pembentukan plak amyloid, yang merupakan salah satu ciri utama penyakit Alzheimer.

Namun, penting untuk diingat bahwa studi ini dilakukan secara in vitro, yang berarti dilakukan pada sel yang dikultur (ditumbuhkan) di laboratorium, sehingga belum tentu memberikan hasil yang sama pada manusia.

Penelitian lainnya, dipublikasikan pada jurnal ACS Chemical Neuroscience, menemukan, rutin mengkonsumsi minyak zaitun dapat menekan risiko Alzheimer berkat senyawa antioksidan yang kuat.

Oleocanthal, senyawa yang ditemukan dalam minyak zaitun extra-virgin, yang merupakan bagian dari diet ala Mediterania, berpotensi mengurangi risiko Alzheimer atau demensia neurodegeneratif terkait.

Minyak Zaitun Tingkatkan Memori dan Kecerdasan Otak

Tim peneliti dari Annals of Clinical and Translational Neurology juga menemukan bahwa konsumsi minyak zaitun extra virgin berpotensi melindungi memori dan kemampuan belajar serta mengurangi pembentukan plak amyloid-beta dan neurofibrillary tangles di otak – dua penanda klasik Alzheimer.

Penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa dalam diet Mediterania, mengonsumsi minyak zaitun sehari-hari dapat mengurangi risiko gangguan kognitif dan penuaan pada fungsi otak meskipun belum terlalu jelas apakah efek tersebut berasal dari minyak zaitun itu sendiri, diet secara keseluruhan, atau keduanya.

Penelitian pada tikus model penyakit Alzheimer menunjukkan bahwa setelah mereka yang mengonsumsi diet yang diperkaya dengan minyak zaitun extra-virgin memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes memori dan pembelajaran. Selain itu, struktur dan fungsi sel otak tikus dalam kelompok minyak zaitun menunjukkan perbedaan signifikan.

Baca juga: 21 Manfaat Minyak Zaitun Untuk Kesehatan, Kulit, dan Kecantikan

Cara Mengonsumsi Minyak Zaitun Untuk Mengurangi Risiko Alzheimer

Sebagai langkah awal dalam upaya mengurangi risiko Alzheimer, pertimbangkan untuk mengonsumsi minyak zaitun jenis extra virgin organik yang telah tersertifikasi melalui penelitian ilmiah ke dalam diet Anda, seperti minyak zaitun extra virgin organik AEGEA. Penggunaan minyak zaitun tidak hanya menambah kelezatan pada makanan Anda tetapi juga mendukung kesehatan otak.

Untuk memanfaatkan minyak zaitun dalam mendukung kesehatan otak, Anda bisa memulainya dengan mengonsumsi 1-3 sendok makan (15-45ml) minyak zaitun extra virgin setiap hari, terutama sebelum sarapan. Ini membantu memaksimalkan penyerapan dan efektivitasnya dalam tubuh.

Kami juga merekomendasikan untuk membaca lebih lanjut tentang cara-cara efektif dalam mengonsumsi minyak zaitun sehingga Anda bisa mendapatkan manfaat maksimal untuk kesehatan secara umum, dan khususnya kesehatan otak.

Baca juga: Manfaat Minum Minyak Zaitun, Takaran Minum dan Waktu Terbaik

Kesimpulan

Temuan ini menggarisbawahi pentingnya minyak zaitun extra-virgin sebagai bagian dari diet sehari-hari, terutama dalam konteks pencegahan dan pengelolaan Alzheimer.

Minyak zaitun terutama jenis extra virgin kaya akan polifenol, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Senyawa-senyawa ini berkontribusi dalam melindungi sel-sel otak dan mencegah penumpukan protein beta-amiloid, salah satu penyebab utama Alzheimer.

Selain itu, kandungan asam lemak tak jenuh tunggal dalam minyak zaitun mendukung kesehatan saraf dan dapat membantu memelihara fungsi kognitif yang baik.

Dengan demikian, menambah minyak zaitun ke dalam diet sehari-hari Anda dapat menjadi langkah yang baik untuk hidup sehat dan mengurangi risiko Alzheimer dan mendukung kesehatan otak dalam jangka panjang.

Baca juga: Cara Mengetahui Ciri Minyak Zaitun Asli


Refrensi

Rita, L., Neumann, N.R., Laponogov, I. et al. Alzheimer’s disease: using gene/protein network machine learning for molecule discovery in olive oil. Hum Genomics 17, 57 (2023). https://doi.org/10.1186/s40246-023-00503-6. https://humgenomics.biomedcentral.com/articles/10.1186/s40246-023-00503-6. Diakses pada 15 Januari 2024.

Abuznait, A. H.; Qosa, H.; Busnena, B. A.; El Sayed, K. A.; Kaddoumi, A. Olive-Oil-Derived Oleocanthal Enhances β-Amyloid Clearance as a Potential Neuroprotective Mechanism against Alzheimer’s Disease: In Vitro and in Vivo Studies. ACS Chem. Neurosci. 2013, 4 (6), 973–982. https://doi.org/10.1021/cn400024q. https://pubs.acs.org/doi/10.1021/cn400024q. Diakses pada 15 Januari 2024.

Praticò, D.; Lauretti, E.; Iuliano, L. Extra-Virgin Olive Oil Preserves Memory and Protects Brain Against Alzheimer’s Disease, New Research at Temple Shows. Lewis Katz School of Medicine at Temple University. June 21, 2017. https://medicine.temple.edu/news/extra-virgin-olive-oil-preserves-memory-and-protects-brain-against-alzheimers-disease-new. Diakses pada 15 Januari 2024.

Neuroscience News. AI Unlocks Olive Oil’s Potential in Alzheimer’s Battle. Neuroscience News. July 25, 2023. https://neurosciencenews.com/ai-evoo-alzheimers-23695/. Diakses pada 15 Januari 2024.

Leri, M. et al. (2021). Natural Compound from Olive Oil Inhibits S100A9 Amyloid Formation and Cytotoxicity. ACS Chemical Neuroscience, 12(11), 1905-1918. DOI: 10.1021/acschemneuro.0c00828

Visioli, F. et al. (2018). Olive oil and prevention of chronic diseases. Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Diseases, 28(7), 649-656. https://doi.org/10.1016/j.numecd.2018.04.004


Tentang penulis

Arya selalu menyajikan informasi yang jelas, lengkap, dan terpercaya. Setiap tulisannya direfrensi dari sumber penelitian yang kredibel untuk informasi akurat yang dapat diandalkan.
AEGEA Organic & Lab-tested Extra Virgin Olive Oil

Artikel terkait

WhatsApp kami